Bukit Cendana Yogyakarta

Bukit Cendana Yogyakarta

Sewa Mobil Jogja – Yogyakarta memang istimewa dihati penduduk asli muapun wisatawan yang berada di jogja. Semakin tahun perkembangan di jogja juga semakin maju perekomiannya juga ikut berkembang. Tidak hanya di bidang perekonomian saja, di bidang pariwisata juga banyak berkembang, apalagi banyak bermunculan beragam wisata di jogja. Salah satunya wisata alam, selain hutan pinus serta kalibiru yang sudah menjadi tempat favorit. Ada salah satu tempat wisata yang tidak kalah menariknya yaitu Bukit Cendana Jogja.

KotaGede

kotagede

Jogja memiliki banyak cerita yang mungkin tidak pernah habis untuk digali. Jogja juga merupakan aset pariwisata yang begitu menawan dan keindahan alamnya yang mempesoana. Di jogja juga ada wisata sejarah yang memiliki alur atau jalan berdirinya jogja, seperti Wisata Kraton Jogja, Wisata Benteng Vredebrug, Wisata Taman sari dan masih banyak lagi lainnya. Mengenai wisata sejarah yang tidak kalah lainnya adalah wisata Kotagede.

Continue reading “KotaGede” »

Wisata Alam di Kalibiru

Kebersamaan Menikmati Panorama Alam

hutan kalibiru

 Wira Tour jogja – Ada banyak sekali tempat wisata di Jogja yang begitu mempesona dan nyaman untuk kita kunjungi. Salah satu tempat wisata yang menampilkan keindahan pesona alamnya adalah wisata kalibiru Kulon Progo. Kalibiru adalah salah satu dari banyaknya wisata alam yang terdapat di daerah kabupaten Kulon Progo. Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru ini berada di kawasan Perbukitan Menoreh Kulonprogo Yogyakarta, pada ketinggian 450 m dpl.

Continue reading “Wisata Alam di Kalibiru” »

Desa Pembuatan Keris

Kreativitas dan Seni Pembuatan Keris

desa wisata keris

Desa Banyusumurup memproduksi warangka atau sarung keris dan pendok atau bagian tangkai keris yang berfungsi sebagai pegangan. Wilayah ini bisa dijangkau dengan berjalan lurus ke selatan dari perempatan Terminal Giwangan dan kemudian mengambil lajur kanan setelah sampai di pertigaan menuju makam Imogiri. Anda mesti menempuhnya dengan kendaraan pribadi atau taksi, sebab tak ada angkutan umum seperti bis yang melewatinya.

Continue reading “Desa Pembuatan Keris” »

Pasar Seni Gabusan Sentral Kerajinan Bantul

Keanekaragaman seni dan kerajian di Pasar Seni Gabusan

pasar seni gabusan 3

Bantul dengan beragam potensi alam dan masyarakatnya menjadikan salah satu wilayah di Provinsi DIY yang memberikan kontribusi di bidang pariwisata, seni dan budaya. Parangtritis, Sentra Kerajinan Kulit-Manding, Kasongan, Pantai Baron dan masih banyak tempat yang memiliki potensi wisata baik lokal maupun mancanegara. Keterbatasan secara materiil yang berpengaruh terhadap modal bagi usaha kecil tidak menghambat maupun menurunkan kreativitas masyarakat Bantul dalam mengembangkan potensi mereka dengan alam. Segala jenis tumbuhan dan kondisi alam dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pemenuhan kebutuhan yang salah satunya diwujudkan dalam bentuk kerajinan.

Continue reading “Pasar Seni Gabusan Sentral Kerajinan Bantul” »

Kerajinan Kulit di Bantul

Desa Wisata Manding, Pusat Penjualan Kerajinan Kulit di Bantul

desa manding

Bantul sebagai bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta memenglah pantas dijuluki sebagai daerah sentra kerajinan, karena banyak sekali usaha kerajinan baik skala kecil maupun menengah di kabupaten Bantul. Salah satu hasil kerajinannya adalah kerajinan kulit manding, dimana kerajinan kulit manding namanya didapat dari nama desa sentra produksinya, yaitu desa Manding. Desa Wisata Kerajinan Kulit MANDING berada di Jl. Parangtritis, kurang lebih 3 (tiga) kilometer sebelah timur Kota Bantul, terletak sekitar 15 kilometer ke arah selatan pusat kota Yogyakarta, tepatnya di jl. Wahidin Sudiro Husodo, Manding, Sabdodadi kabupaten Bantul.

Continue reading “Kerajinan Kulit di Bantul” »

Kasongan

Kasongan, Sejarah dan Perkembangannya

kasongan

Kasongan mulanya merupakan tanah pesawahan milik penduduk desa di selatan Yogyakarta. Pada Masa Penjajahan Belanda di Indonesia, di daerah pesawahan milik salah satu warga tersebut ditemukan seekor kuda yang mati. Kuda tersebut diperkirakan milik Reserse Belanda. Karena saat itu Masa Penjajahan Belanda, maka warga yang memiliki tanah tersebut takut dan segera melepaskan hak tanahnya yang kemudian tidak diakuinya lagi. Ketakutan serupa juga terjadi pada penduduk lain yang memiliki sawah di sekitarnya yang akhirnya juga melepaskan hak tanahnya. Karena banyaknya tanah yang bebas, maka penduduk desa lain segera mengakui tanah tersebut. Penduduk yang tidak memiliki tanah tersebut kemudian beralih profesi menjadi seorang pengrajin keramik yang mulanya hanya mengempal-ngempal tanah yang tidak pecah bila disatukan. Sebenarnya tanah tersebut hanya digunakan untuk mainan anak-anak dan perabot dapur saja. Namun, karena ketekunan dan tradisi yang turun temurun, Kasongan akhirnya menjadi Desa Wisata yang cukup terkenal.

Continue reading “Kasongan” »