Bong Kopi Town Jogja

Bong Kopi Town Jogja

Memasuki Bong Kopitown, kita akan disapa oleh ruangan muram ala penjara Hongkong tahun 60-an. Sipir-sipir berjaga di meja kasir, sedangkan para narapidana berseliweran dari meja satu ke meja lain. Sel-sel hitam menjadi pembatas ruangan satu dengan ruangan lain. Di tengah ruangan, terdapat wooden dummy untuk berlatih martial arts serta tangga dan tali untuk melarikan diri. Menengadah ke atas, kita bisa melihat ruangan sel para narapidana. Menuju ruangan non-smoking, sel-sel sangat nyata. Begitu duduk, narapidana berpakaian seragam setengah garis-garis menghampiri lalu menyodorkan koran ´┐ŻOld Town Post' yang ternyata berisi menu dan cerita berdirinya Bong Kopi Town. Sepuluh menit kemudian, makanan pun tersaji dengan peralatan makanan yang didominasi aluminium, khas penjara.

Continue reading “Bong Kopi Town Jogja” »

Kopi Jos

Citarasa meminum Kopi Joss

kopi joss

Angkringan Lik Man merupakan angkringan legendaris, sebab pedagangnya adalah generasi awal pedagang angkringan di Yogyakarta yang umumnya berasal dari Klaten. Lik Man yang bernama asli Siswo Raharjo merupakan putra Mbah Pairo, pedagang angkringan pertama di Yogyakarta yang berjualan sejak tahun 1950-an. Warung berkonsep angkringan yang dulu disebut 'ting ting hik' diwariskan kepada Lik Man tahun 1969. Sejak itu, menjamurlah angkringan-angkringan lain.

Begitu sampai di angkringan yang buka pukul 18.00 ini, anda bisa memesan bermacam minuman yang ditawarkan, panas maupun dingin. Pilihan minuman favorit adalah Kopi Joss, kopi yang disajikan panas dengan diberi arang. Kelebihan kopi itu adalah kadar kafeinnya yang rendah karena dinetralisir oleh arang. Tak usah khawatir itu hanya mitos, sebab Kopi Joss lahir dari penelitian mahasiwa Universitas Gadjah Mada yang kebetulan sering nongkrong di Angkringan Lik Man. Baca juga mengenai : Bong Kopi Town Jogja.