Desa Wisata Gerabah Kasongan Bantul

kasongangerabah kasongan

Kasongan adalah nama daerah tujuan wisata dan merupakan salah satu wilayah di kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal dengan hasil kerajinan gerabahnya. Kasongan juga masuk dikawasan desa bangunharjo, kecamatan kasihan, kabupaten bantul. Kasongan mulanya merupakan tanah persawahan milik penduduk desa, pada masa penjajahan Belanda, disalah satu petak persawahan milik salah satu warga ditemukan seekor kuda yang mati. Kuda yang di perkirakan milik penjajah belanda, maka warga yang memiliki tanah itu takut dan segera melepaskan hak kepemilikannya yang kemudian tidak diakuinya lagi. Ketakutan serupa juga terjadi pada penduduk lainnya yang memiliki sawah disekitarnya yang akhirnya juga melepaskan hak tanahnya, karena banyaknya tanah yang bebas, maka penduduk desa lainnya segera mengakui tanah tersebut. 

Continue reading “Desa Wisata Gerabah Kasongan Bantul” »

Kasongan

Kasongan, Sejarah dan Perkembangannya

kasongan

Kasongan mulanya merupakan tanah pesawahan milik penduduk desa di selatan Yogyakarta. Pada Masa Penjajahan Belanda di Indonesia, di daerah pesawahan milik salah satu warga tersebut ditemukan seekor kuda yang mati. Kuda tersebut diperkirakan milik Reserse Belanda. Karena saat itu Masa Penjajahan Belanda, maka warga yang memiliki tanah tersebut takut dan segera melepaskan hak tanahnya yang kemudian tidak diakuinya lagi. Ketakutan serupa juga terjadi pada penduduk lain yang memiliki sawah di sekitarnya yang akhirnya juga melepaskan hak tanahnya. Karena banyaknya tanah yang bebas, maka penduduk desa lain segera mengakui tanah tersebut. Penduduk yang tidak memiliki tanah tersebut kemudian beralih profesi menjadi seorang pengrajin keramik yang mulanya hanya mengempal-ngempal tanah yang tidak pecah bila disatukan. Sebenarnya tanah tersebut hanya digunakan untuk mainan anak-anak dan perabot dapur saja. Namun, karena ketekunan dan tradisi yang turun temurun, Kasongan akhirnya menjadi Desa Wisata yang cukup terkenal.

Continue reading “Kasongan” »