Desa Pembuatan Keris

Rate this post

Kreativitas dan Seni Pembuatan Keris

desa wisata keris

Desa Banyusumurup memproduksi warangka atau sarung keris dan pendok atau bagian tangkai keris yang berfungsi sebagai pegangan. Wilayah ini bisa dijangkau dengan berjalan lurus ke selatan dari perempatan Terminal Giwangan dan kemudian mengambil lajur kanan setelah sampai di pertigaan menuju makam Imogiri. Anda mesti menempuhnya dengan kendaraan pribadi atau taksi, sebab tak ada angkutan umum seperti bis yang melewatinya.

Suasana sejuk pedesaan akan segera menyapa setelah anda sampai di wilayah ini. Meski telah berkembang sebagai desa kerajinan, suasana desa ini masih seperti desa pada umumnya, tak banyak papan penunjuk seperti halnya di desa Kasongan. Sebagian besar pengrajin memproduksi aksesoris keris dalam skala rumah tangga dan hingga kini belum berkembang sanggar atau merek khusus aksesoris keris. Namun, ada satu yang terkenal, yaitu milik Pak Jiwo.

Desa ini juga terdapat sang Empu keris bernama (alm) mbah Djiwo Diharjo. Namun, mbah Djiwo sudah meninggal pada bulan Januari lalu akibat Kanker Paru-paru yang dideritanya. Mbah Djiwo bisa dibilang ikonis desa Banyusumurup, karena sang maestro keris ini kemampuannya diturunkan langsung oleh Empu Supondriyo dari Kerajaan Majapahit. Mbah Djiwo yang menjadi keturunan ke-19 dari Empu Supondriyo ini, mengatakan bahwa membuat keris merupakan pekerjaan wajib yang harus dilakoni sebagai bentuk menghormati budaya leluhur. Mbah Djiwo menjadi Empu keris sejak tahun 1952, di desa keris ini, hanya mbah Djiwo yang menjadi keturunan Empu Majapahit. Perajin lain hanya bisa sampai membuat aksesorisnya. Semasa hidupnya, kemampuan mbah Djiwo tidak perlu diragukan lagi. Hal itu dibuktikan dengan 36 pengharagaan dari berbagai lembaga yang diraihnya, termasuk dari Presiden SBY. Namun setelah kepergiannya, hingga kini belum diketahui siapa keturunannya yang akan melanjutkan pekerjaannya tersebut. baca juga : pasar seni gabusan

Di Banyusumurup kita bisa menyaksikan pembuatan keris dan aksesorisnya secara langsung. Sentra pembuatan keris di desa ini adalah usaha rumahan dan tidak memiliki nama atau merek khusus. Bahan utama membuat Warangka adalah Lempeng Kuningan dan bahan utama Pendok adalah Kayu Asem. Ada dua model Pendok yang dibuat di desa ini, yaitu gaya Solo dan Jogja Mataram. Menurut warga sekitar yang membuat Pendok, gaya Solo lebih sulit pembuatannya karna harus lebih teliti dibandingkan gaya Jogja Mataram yang lebih sederhana. Ada juga Pendok dengan ukiran-ukiran berbentuk binatang maupun figur manusia.

Rumah-rumah produksi di desa ini biasanya mengirim kerajinan mereka 3 – 5 Kodi setiap minggunya, dan dikirim ke Surakarta, Surabaya, Jakarta hingga luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Belanda dan Prancis. Omset yang didapatkan perbulannya 5 – 7 juta.

 

► You Tube : Wira Tour Jogja

Bagi anda dari luar kota jogja yang ingin berkunjung ke Desa Pembuatan Keris dan tempat wisata  yang ada di jogja dan sekitarnya, bila anda tidak mau ribet kami Wira Tour Jogja menyediakan Paket Wisata di wilayah Jogja dan sekitarnya dengan harga murah lengkap dengan alat transportasi (termasuk sopir & BBM), tempat menginap, tempat makan serta tour guide prefosional dengan demikian anda akan menikmati liburan anda tanpa ribet menghitung biaya, lokasi tempat wisata, hotel, dll. Kami telah menyediakannya dalam satu paket simple yang tentunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda. 

LIHAT PAKET : 

1. Paket Wisata 1 Hari

2. Paket Wisata 2 Hari 1 Malam

3. Paket Wisata 3 Hari 2 Malam

4. Paket Wisata 4 Hari 3 Malam

5. Paket Wisata 5 Hari 4 Malam

6. Paket Wisata Lainnya

 

Terima Kasih Telah Mengunjungi Web Site Kami :

wiratourjogja.com / wiratourjogja.co.id

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*