3 Rekomendasi Tempat Belanja di Jogja

3 (60%) 6 votes

Jogja memang istimewa, selain terkenal akan keindahan wisata alam dan wisata sejarah, jogja juga terkenal akan pusat oleh-olehnya. Di sini terdapat banyak oelh-oleh yang bisa dibawa sekaligus hadiah untuk orang yang di sayang. Anda bisa memilih-milih barang yang mau di jadikan oleh-oleh, mulai dari makanan, pakaaian sampai kerajinan.

Tanpa basa-basi lagi di sini admin akan merwkomendasikan mengenai 3 tempat belanja di jogja yang sayang untuk di lewatkan. 3 rekomendasi tempat wisata di Jogja diantaranya:

Shopping center merupakan pusat buku bekas dan baru terbesar di Yogyakarta, Shopping center mempunyai 124 kios, bangunannya terdiri dua lantai. Shopping Center terletak di di Jl. Sriwedari No.1, samping utara Taman Pintar dan berada di sebelah Taman Budaya Yogyakarta.

Shopping juga menyediakan buku-buku kuno dan langka, apabila para kolektor buku mau menambah kolesi bukunya bisa langsung kesana. Shopping center buka pukul 0900 wib – 21.00 wib. Kalau para kolektor buku,  mahasiswa atau temen- temen dari luar jawa mau pergi ke Shopping Center, bisa sekalian liburan ke jogja.  

Kotagede merupakan salah satu kecamatan yang ada di kota Yogyakarta, daerah ini letak nya di sebelah selatan kota Yogyakarta dan berbatasan langsung dengan kabupaten Bantul. Dan merupakan salah satu kecamatan di kota Yogyakarta yang penduduknya mayoritas menjadi penggrajin perak. Ratusan warga Kotagede mengantungkan hidupnya dari Kerajinan Perak ini, di sepanjang jalan utama ini berjajar toko-toko yang menjajakan kerajinaan Perak Kotagede. Kata ‘perak’ dan ‘silver’ tertera di kanan-kiri Jalan Kemasan, Jalan Mondorakan, hingga Jalan Tegal-gendu.

Pengrajin Perak di Kotagede terkenal dengan produknya yang unik, halus dan telaten dalam menggarap produk peraknya sehingga menghasilkan karya seni bernilai tinggi. Ratusan jenis kerajinan perak dihasilkan oleh Pengrajin Perak, mulai dari cincin, giwang, bros, miniatur sepeda, becak, andhong, kapal-kapalan dan berbagai hiasan lainnya. Harga jual Kerajinan Perak Kotagede bervariasi mulai dari yang termurah sampai yang termahal, mulai dari harga puluhan ribu sampai puluhan juta tergantung tingkat kerumitan dan banyaknya bahan baku yang di gunakan.

Penduduk yang tidak memiliki tanah tersebut kemudian beralih profesi menjadi seorang pengrajin keramik, yang mulanya hanya mengepal-ngepal tanah yang tidak pecah bila disatukan, yang tujuannya hanya untuk mainan anak dan perabot dapur saja, karena ketekunan dan tradisi yang turun temurun kasongan akhirnya menjadi desa wisata yang terkenal di domestik maupun mancanegara. Sejak tahun 1971 – 1972 desa wisata kasongan mengalami kemajuan pesat. Sapto Hudoyo (seorang seniman besar yogyakarta) membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin, dan memberikan berbagai sentuhan seni dan komersial bagi desain kerajinan gerabah sehingga gerabah yang dihasilkan tidak menimbuklan kesan yang membosankan saat melihatnya, namun bisa memberikan nilai seni dan nilai ekonomi yang tinggi. Keramik kasongan dikomersilkan dalam skalabesar oleh Sahid Keramik sekitar tahun 1980-an.

Berbagai karya kerajinan dari gerabah yang dihasilkan di desa wisata kasongan pada umumnya berupa guci dengan berbagai motif, pot juga di buat dari berbagai ukuran dari mulai yang kecil hingga yang besar, souvenir, pigura, hiasan dinding, dsb. Karya kerajinan dari gerabah dari tahun ke tahun terus di kembangkan dan bervariasi bentuknya meliputi bunga tiruan dari daun pisang, perabotan dari bambu, topeng-topengan dan masih banyak lainnya. Hasil kerajinan itu sudah banyak di ekspor ke mancanegara, baik di asia, eropa, bahkan amerika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*